Rabu, 07 Januari 2015

CERPEN : MY MAN MY STAR

MY MAN MY STAR
Perkenalkan namaku Sinar, mungkin kalian agak sedikit aneh mendengar nama wanita seperti ini, karena biasanya kata yang umum dipakai sebagai nama wanita seperti Bulan, Bintang, Bunga,Cahaya, walaupun sebenarnya aku baru sadar bahwa nama Sinar lebih trend untuk dijadikan nama toko, haha :D
Sinar adalah nama pemberian dari ayah dan ibuku karena mereka beranggapan bahwa sinar adalah sesuatu yang dapat menerangi dalam kegelapan, memberi kehangatan dalam kedinginan dan memberi keceriaan dalam kesuraman.  Aku tinggal bersama ayahku disebuah desa dipinggiran kota, yah bisa dibilang desaku ini desa yang terpencil dan kumuh, rata-rata penduduk desaku bermatapencaharian sebagai pemulung dan pembersih jalanan. Kalian pasti bertanya mengapa aku hanya tinggal bersama ayah, lalu dimana ibu atau saudaraku??? Ini salah satu kisah pelik dalam hidupku, ibu dan saudaraku telah lebih dulu menghadap ilahi karena kecelakaan yang menimpa kami 12 tahun silam, ibu dan saudaraku meninggal di tempat kerena terjadi pendaharan hebat di kepala sedangkan aku dan ayahku masih bisa tertolong. Disaat aku sedang libur sekolah, aku selalu menemani ayahku bekerja membersihkan jalanan, sambil menunggu biasanya aku selalu menggambar, melihat banyak kendaraan kendaraan yang lalu lalang, bahkan bermain game menghitung mobil berwarna merah dan biru sekaligus menghilangkang kejenuhan. Saat hari menjelang malam ayahku telah selesai bekerja, biasanya setelah selesai bekerja ayahku selalu mengajak pergi ke lapangan rumput untuk melihat berjuta-juta bintang di langit malam.
“ Kamu lihat bintang yang paling bersinar itu?”, ayah bertanya padaku
“Ya Ayah, bintang itu sangat bersinar dan sangat indah.”
“Bintang tidak akan berarti tanpa adanya sinar, itulah kamu, karena kamu adalah sinar yang sangat berarti bagi Ayah,”
Tidak terasa aku tertidur dan akhirnya ayah mengendongku pulang ke rumah.
            Pagi ini aku harus pergi ke sekolah, seperti biasa ayah sudah menyediakan sarapan dan bekal untukku. Sebelum berangkat bekerja ayah selalu mengantarku sekolah. Saat sedang berjalan tiba-tiba kami dikagetkan dengan klakson dari sebuah mobil mewah berwarna hitam yang membawa  anak kecil yang cantik, memakai seragam yang sangat bagus dan tas yang lucu. Gadis itu adalah satu anak pejabat dan bersekolah di sekolah khusus yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan sekolahku.  Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke sekolah. Waktu pulang sekolah pun tiba. Saat di gebang sekolah, aku melihat gadis kecil yang bertemu denganku pagi tadi di jemput oleh kedua orang tuanya, sambil berlari menghampiri orang tuanya aku melihat ayahnya memegang sebuah boneka beruang yang sangat bagus, dan memberikan boneka beruang itu kepada gadis tersebut. Selama beberapa saat pandanganku tidak terlepas dari boneka aku. Sesampainya di rumah aku tidak berhenti memikirkan boneka beruang itu. Hari ini ayah pulang sedikit larut dari biasanya, sambil menunggu kedatangan ayah aku menggambar boneka tersebut sampai tak terasa aku tertidur sambil memeluk gambar boneka beruang tersebut. Esok paginya aku kembali berangkat sekolah ditemani ayahku, dalam perjalanan aku tak henti-hentinya memikirkan boneka itu. Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke toko boneka selepas pulang sekolah. Setibanya disana aku sangat kaget karena harga boneka itu sangatlah mahal, uang tabungan yang aku miliki tidak cukup membelinya, dari luar etalase toko aku hanya bisa memandangi boneka itu sambil melihat anak orang-orang kaya dibelikan boneka yang aku inginkan. Sambil memandangi boneka itu, tiba-tiba ada suara yang mengngagetkanku,
“Nak, apa yang sedang kamu lakukan disini?” saat aku menoleh ternyata itu adalah ayahku
“oh Ayah, tidak yah, aku hanya sedang memandangi boneka beruang itu”
“kamu menginginkannya nak?”
“tentu saja yah, aku sangat menginginkannya agar ada yang menemaniku disaat aku menunggu ayah pulang berkerja,” ayah hanya tersenyum, lalu ayah berkata
“Suatu saat ayah akan membelikan boneka itu untuk Sinar, asalkan Sinar berjanji akan selalu menjadi anak yang baik dan menyinari hidup Ayah”,
“baik siap Ayah!!” dengan perasaan sumbringah aku pun pulang ke rumah, saat itu aku tidak sadar bahwa sebenarnya permintaanku tidak sesuai dengan kemampuan ayah. keesokannya harinya setelah pulang sekolah aku langsung pergi ke toko boneka itu sambil menghayal bermain dan memeluk boneka itu. Semenjak ayah berjanji akan membelikanku boneka, ayah selalu pulang sangat malam dan saat pagi aku terbangun aku seperti melihat ada beberapa luka lebam di tangan, dan muka ayah.
“Ayah, mengapa muka dan tangan ayah lebam?”
“Ayah hanya terjatuh saat perjalanan pulang, ayah tidak hati-hati”, sambil tersenyum ayah menjawab pertanyaanku itu.
“Ayah harus hati-hati, agar Ayah tidak terjatuh kebali,” jawabku
“baik sayang, Ayah akan selalu berhati-hati,” sambil tersenyum memandangiku
“ayo kita berangkat sekolah, nanti Sinar terlambat”,
“oke Ayahhh”
Hari demi hari terlewati dan belakangan ini aku ayah selalu pulang larut sekali dan selalu ada tambahan luka lembam pada badannya, saat aku bertanya ayah selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
            Sampai suatu malam aku berniat untuk menunggu ayah dan tidak tertidur sampai ayah pulang. Namum tetap saja hal itu tidak berkhasil.Aku terbangun saat aku lihat jam sudah menunjukan angka 6 dan sinar mentari mulai menyinari rumahku,tapi ada yang beda saat aku terbangun aku tidak mencium bau masakan seperti biasa dan saat aku sadar aku masih tertidur di ruang makan.  Aku mencari dan memanggil ayah tapi taka da seorang pun menjawab. Aku berpikir mungkin ayah sudah berangkat atau ayah tidak pulang mala mini karena terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Lantas aku pergi ke sekolah seperti biasa walaupun aku tidak ditemani oleh ayah.
Saat pulang sekolah aku kaget karena ada temen kerja ayahku yang sudah menungguku di gerbang sekolah, dia berkata bahwa dia diminta untuk menjeputku dari sekolah oleh ayah. Hanya saja aku tidak langsung diantar pulang ke rumah. Aku diajak pergi ke rumah sakit.
“mengapa kita tidak pulang ke rumahku paman?” tanyaku
“paman ingin mengajak Sinar untuk melihat teman paman yang sedang sakit karena terkena musibah saat kecelakaan,” aku hanya mengangguk dan mengikuti paman masuk ke rumah sakit. Di depan ruangan tempat teman paman di rawat banyak sekali teman-temannya yang menunggu dengan wajah sedih. Aku diajak masuk untuk melihat. Hampir sangat tidak percaya aku melihat bahwa teman paman yang berbaring di ranjang rumah sakit adalah ayahku sendiri. Aku langsung berlari sambil menangis memeluk ayahku yang tidak sadarkan diri.
“baru-baru ini ayahmu lembur setelah selesai bekerja dan menjadi tukang bangunan disalah satu proyek apartemen di kota, aku tidak tahu hal itu, aku baru mengetahuinya karena tidak sengaja bertemu dengan ayahmu saat sedang perjalanan pulang. Paman dapat kabar ayahmu mengalami kecelakaan karena teman paman yang bekerja dengan ayahmu menghubungiku”, aku terus menangis sambil memeluk ayah.
“Sinar,” aku mendengar suara bisik-bisik memanggil namaku, ternyata ayah yang memanggilku
“a-yahh..,” aku menjawab sambil seguk-segukan
“sudah jangan menangis, ayah tidak apa-apa, maaf yah ayah tidak pulang dan menemani Sinar di rumah, oh iya Sinar besok ulang tahun yang ke 8 kan? Ayah punya sesuatu untuk Sinar,”tak lama kemudian paman membawa sebuah boneka beruang yang aku impikan selama ini. “itu hadiah ulang tahun untuk Sinar, selamat ulang tahun yah anakku sayang,” sambil mengusap air mata aku memegangi boneka itu, tak selang beberapa lama kepanikan terjadi di ruangan ayahku, tiba-tiba saja mesin yang ditempelkan pada dada ayah berbunyi dan menggambarkan garis yang lurus, aku tidak mengerti tentang hal itu. Dengan sigap paman langsung memanggil suster dan dokter yang berada dekat ruangan ayah, aku langsung digendong oleh paman keluar kamar ayah, aku hanya bisa memandangi ayah yang sedang diberi pengejut jantung oleh dokter, 5 menit kemudian dokter keluar ruanganku dan aku melihat ayahku sudah ditutupi kain putih. Aku hanya bisa terdiam tak berdaya melihat semua ini.
Saat dipemakaman ayah,aku kaget karena ada salah satu orang yang datang sepertinya tidak asing bagiku, ternyata itu gadis kecil yang pernah aku lihat dia datang didampingin ke dua orang tuanya. Aku baru tahu ternyata proyek apartemen itu adalah salah satu proyek milik pejabat tersebut. Pejabat tersebut menawariku untuk tinggal bersama keluarganya dan aku dijadikan anak angkat mereka. Aku dipindahkan dari sekolah asalku dan pindah ke sekolah yang bagus itu. Walau pun aku sudah diangkat oleh orang kaya tapi aku tidak akan pernah melupakan semua hal dan perjuangan yang telah ayahku berikan padaku. Saat malam hari aku selalu datang ke lapangan rumput untuk melihat bintang ditemani boneka beruang pemberian ayahku.
“Ayahhh, kau adalah bintang dan aku akan selalu menjadi sinar yang menemani bintang bersinar dimalam hari, aku akan selalu menerangi dalam kegelapan, memberi kehangatan dan keceriaan, sama seperti sinar kehidupan yang selalu kau berikan padaku.”



Cerita diatas hanya fitki belaka, bila ada kesamaan nama, tempat maupun alur cerita itu adalah ketidaksengajaan. TERIMA KASIHHHHHHH J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar