MY MAN MY STAR
Perkenalkan namaku Sinar, mungkin
kalian agak sedikit aneh mendengar nama wanita seperti ini, karena biasanya
kata yang umum dipakai sebagai nama wanita seperti Bulan, Bintang, Bunga,Cahaya,
walaupun sebenarnya aku baru sadar bahwa nama Sinar lebih trend untuk dijadikan
nama toko, haha :D
Sinar adalah nama pemberian dari ayah
dan ibuku karena mereka beranggapan bahwa sinar adalah sesuatu yang dapat
menerangi dalam kegelapan, memberi kehangatan dalam kedinginan dan memberi
keceriaan dalam kesuraman. Aku tinggal
bersama ayahku disebuah desa dipinggiran kota, yah bisa dibilang desaku ini
desa yang terpencil dan kumuh, rata-rata penduduk desaku bermatapencaharian
sebagai pemulung dan pembersih jalanan. Kalian pasti bertanya mengapa aku hanya
tinggal bersama ayah, lalu dimana ibu atau saudaraku??? Ini salah satu kisah
pelik dalam hidupku, ibu dan saudaraku telah lebih dulu menghadap ilahi karena
kecelakaan yang menimpa kami 12 tahun silam, ibu dan saudaraku meninggal di
tempat kerena terjadi pendaharan hebat di kepala sedangkan aku dan ayahku masih
bisa tertolong. Disaat aku sedang libur sekolah, aku selalu menemani ayahku
bekerja membersihkan jalanan, sambil menunggu biasanya aku selalu menggambar,
melihat banyak kendaraan kendaraan yang lalu lalang, bahkan bermain game
menghitung mobil berwarna merah dan biru sekaligus menghilangkang kejenuhan.
Saat hari menjelang malam ayahku telah selesai bekerja, biasanya setelah
selesai bekerja ayahku selalu mengajak pergi ke lapangan rumput untuk melihat
berjuta-juta bintang di langit malam.
“ Kamu lihat bintang yang paling bersinar itu?”, ayah
bertanya padaku
“Ya Ayah, bintang itu sangat bersinar dan sangat indah.”
“Bintang tidak akan berarti tanpa adanya sinar, itulah kamu,
karena kamu adalah sinar yang sangat berarti bagi Ayah,”
Tidak terasa aku tertidur dan akhirnya ayah mengendongku
pulang ke rumah.
Pagi ini aku harus pergi ke sekolah,
seperti biasa ayah sudah menyediakan sarapan dan bekal untukku. Sebelum
berangkat bekerja ayah selalu mengantarku sekolah. Saat sedang berjalan
tiba-tiba kami dikagetkan dengan klakson dari sebuah mobil mewah berwarna hitam
yang membawa anak kecil yang cantik,
memakai seragam yang sangat bagus dan tas yang lucu. Gadis itu adalah satu anak
pejabat dan bersekolah di sekolah khusus yang jaraknya tidak terlalu jauh
dengan sekolahku. Setelah itu kami
melanjutkan perjalanan ke sekolah. Waktu pulang sekolah pun tiba. Saat di
gebang sekolah, aku melihat gadis kecil yang bertemu denganku pagi tadi di
jemput oleh kedua orang tuanya, sambil berlari menghampiri orang tuanya aku
melihat ayahnya memegang sebuah boneka beruang yang sangat bagus, dan
memberikan boneka beruang itu kepada gadis tersebut. Selama beberapa saat
pandanganku tidak terlepas dari boneka aku. Sesampainya di rumah aku tidak
berhenti memikirkan boneka beruang itu. Hari ini ayah pulang sedikit larut dari
biasanya, sambil menunggu kedatangan ayah aku menggambar boneka tersebut sampai
tak terasa aku tertidur sambil memeluk gambar boneka beruang tersebut. Esok
paginya aku kembali berangkat sekolah ditemani ayahku, dalam perjalanan aku tak
henti-hentinya memikirkan boneka itu. Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke
toko boneka selepas pulang sekolah. Setibanya disana aku sangat kaget karena
harga boneka itu sangatlah mahal, uang tabungan yang aku miliki tidak cukup
membelinya, dari luar etalase toko aku hanya bisa memandangi boneka itu sambil
melihat anak orang-orang kaya dibelikan boneka yang aku inginkan. Sambil
memandangi boneka itu, tiba-tiba ada suara yang mengngagetkanku,
“Nak, apa yang sedang kamu lakukan disini?” saat aku menoleh
ternyata itu adalah ayahku
“oh Ayah, tidak yah, aku hanya sedang memandangi boneka
beruang itu”
“kamu menginginkannya nak?”
“tentu saja yah, aku sangat menginginkannya agar ada yang
menemaniku disaat aku menunggu ayah pulang berkerja,” ayah hanya tersenyum,
lalu ayah berkata
“Suatu saat ayah akan membelikan boneka itu untuk Sinar,
asalkan Sinar berjanji akan selalu menjadi anak yang baik dan menyinari hidup Ayah”,
“baik siap Ayah!!” dengan perasaan sumbringah aku pun pulang
ke rumah, saat itu aku tidak sadar bahwa sebenarnya permintaanku tidak sesuai
dengan kemampuan ayah. keesokannya harinya setelah pulang sekolah aku langsung
pergi ke toko boneka itu sambil menghayal bermain dan memeluk boneka itu.
Semenjak ayah berjanji akan membelikanku boneka, ayah selalu pulang sangat
malam dan saat pagi aku terbangun aku seperti melihat ada beberapa luka lebam
di tangan, dan muka ayah.
“Ayah, mengapa muka dan tangan ayah lebam?”
“Ayah hanya terjatuh saat perjalanan pulang, ayah tidak
hati-hati”, sambil tersenyum ayah menjawab pertanyaanku itu.
“Ayah harus hati-hati, agar Ayah tidak terjatuh kebali,”
jawabku
“baik sayang, Ayah akan selalu berhati-hati,” sambil tersenyum memandangiku
“baik sayang, Ayah akan selalu berhati-hati,” sambil tersenyum memandangiku
“ayo kita berangkat sekolah, nanti Sinar terlambat”,
“oke Ayahhh”
Hari demi hari terlewati dan belakangan
ini aku ayah selalu pulang larut sekali dan selalu ada tambahan luka lembam
pada badannya, saat aku bertanya ayah selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
Sampai suatu
malam aku berniat untuk menunggu ayah dan tidak tertidur sampai ayah pulang.
Namum tetap saja hal itu tidak berkhasil.Aku terbangun saat aku lihat jam sudah
menunjukan angka 6 dan sinar mentari mulai menyinari rumahku,tapi ada yang beda
saat aku terbangun aku tidak mencium bau masakan seperti biasa dan saat aku
sadar aku masih tertidur di ruang makan.
Aku mencari dan memanggil ayah tapi taka da seorang pun menjawab. Aku
berpikir mungkin ayah sudah berangkat atau ayah tidak pulang mala mini karena
terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Lantas aku pergi ke sekolah seperti biasa
walaupun aku tidak ditemani oleh ayah.
Saat pulang sekolah aku kaget karena
ada temen kerja ayahku yang sudah menungguku di gerbang sekolah, dia berkata
bahwa dia diminta untuk menjeputku dari sekolah oleh ayah. Hanya saja aku tidak
langsung diantar pulang ke rumah. Aku diajak pergi ke rumah sakit.
“mengapa kita tidak pulang ke rumahku paman?” tanyaku
“paman ingin mengajak Sinar untuk melihat teman paman yang
sedang sakit karena terkena musibah saat kecelakaan,” aku hanya mengangguk dan
mengikuti paman masuk ke rumah sakit. Di depan ruangan tempat teman paman di
rawat banyak sekali teman-temannya yang menunggu dengan wajah sedih. Aku diajak
masuk untuk melihat. Hampir sangat tidak percaya aku melihat bahwa teman paman
yang berbaring di ranjang rumah sakit adalah ayahku sendiri. Aku langsung
berlari sambil menangis memeluk ayahku yang tidak sadarkan diri.
“baru-baru ini ayahmu lembur setelah selesai bekerja dan
menjadi tukang bangunan disalah satu proyek apartemen di kota, aku tidak tahu
hal itu, aku baru mengetahuinya karena tidak sengaja bertemu dengan ayahmu saat
sedang perjalanan pulang. Paman dapat kabar ayahmu mengalami kecelakaan karena
teman paman yang bekerja dengan ayahmu menghubungiku”, aku terus menangis
sambil memeluk ayah.
“Sinar,” aku mendengar suara bisik-bisik memanggil namaku,
ternyata ayah yang memanggilku
“a-yahh..,” aku menjawab sambil seguk-segukan
“sudah jangan menangis, ayah tidak apa-apa, maaf yah ayah
tidak pulang dan menemani Sinar di rumah, oh iya Sinar besok ulang tahun yang
ke 8 kan? Ayah punya sesuatu untuk Sinar,”tak lama kemudian paman membawa
sebuah boneka beruang yang aku impikan selama ini. “itu hadiah ulang tahun
untuk Sinar, selamat ulang tahun yah anakku sayang,” sambil mengusap air mata
aku memegangi boneka itu, tak selang beberapa lama kepanikan terjadi di ruangan
ayahku, tiba-tiba saja mesin yang ditempelkan pada dada ayah berbunyi dan
menggambarkan garis yang lurus, aku tidak mengerti tentang hal itu. Dengan sigap
paman langsung memanggil suster dan dokter yang berada dekat ruangan ayah, aku
langsung digendong oleh paman keluar kamar ayah, aku hanya bisa memandangi ayah
yang sedang diberi pengejut jantung oleh dokter, 5 menit kemudian dokter keluar
ruanganku dan aku melihat ayahku sudah ditutupi kain putih. Aku hanya bisa
terdiam tak berdaya melihat semua ini.
Saat dipemakaman ayah,aku kaget
karena ada salah satu orang yang datang sepertinya tidak asing bagiku, ternyata
itu gadis kecil yang pernah aku lihat dia datang didampingin ke dua orang
tuanya. Aku baru tahu ternyata proyek apartemen itu adalah salah satu proyek
milik pejabat tersebut. Pejabat tersebut menawariku untuk tinggal bersama
keluarganya dan aku dijadikan anak angkat mereka. Aku dipindahkan dari sekolah
asalku dan pindah ke sekolah yang bagus itu. Walau pun aku sudah diangkat oleh
orang kaya tapi aku tidak akan pernah melupakan semua hal dan perjuangan yang
telah ayahku berikan padaku. Saat malam hari aku selalu datang ke lapangan
rumput untuk melihat bintang ditemani boneka beruang pemberian ayahku.
“Ayahhh,
kau adalah bintang dan aku akan selalu menjadi sinar yang menemani bintang
bersinar dimalam hari, aku akan selalu menerangi dalam kegelapan, memberi kehangatan
dan keceriaan, sama seperti sinar kehidupan yang selalu kau berikan padaku.”
Cerita diatas hanya fitki belaka, bila ada kesamaan nama,
tempat maupun alur cerita itu adalah ketidaksengajaan. TERIMA KASIHHHHHHH J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar